SIANTAR, SENTERNEWS
Setelah rubuh akhir 2023 lalu, perbaikan atap balairung pedagang ikan laut Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan, Kota Siantar yang tinggal rangka, belum jelas juga. Sehingga, pedagang terpaksa harus berjualan di bawah tenda yang diusahakan sendiri, Jumat (19/4/2024).
Menurut keterangan pedagang, saat hujan tiba seperti beberapa hari terakhir, air yang tercurah dari langit membuat lantai balairung menjadi becek dan sangat mengganggu kenyamanan pedagang maupun konsumen untuk berbelanja.
Karenanya, tidak jarang masyarakat enggan masuk ke bagian dalam yang kondisinya begitu memprihatinkan. Apalagi saluran air seperti parit tidak berfungsi. “Kalau malam harinya hujan, paginya pasti becek,” kata Iril (27) salah seorang pedagang ikan.
Iril mengatakan, pasca rubuhnya atap balairung, pihak Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) sebagai pengelola Pasar Dwikora pernah berjanji segera melakukan perbaikan. Namun, sampai saat ini, itu tidak kunjung dilakukan.
“Kerangka besi atap yang roboh memang sudah diamankan. Tapi, kalau hujan tiba, pedagang pasti terganggu,” ujarnya sembari mengatakan bahwa pedagang mulai membuka usaha mulai pagi sekira jam 05.00 Wib sampai sekira jam 10.00 Wib.
Hal senada dikatakan sejumlah pedagang lain. Paling parah, saat hujan pada pagi hari seperti beberapa hari lalu. Pastinya pedagang kehilangan pembeli karena enggan masuk ke balairung. “Kami tidak mengetahui kapan diperbaiki. Sepertinya, tidak ada yang peduli kepada kami pedagang ikan basah ini,” ujar pedagang lainnya.
Terpisah, Dirut PD PHJ, Bolmen Silalahi mengatakan, perbaikan atap yang rubuh terkendala masalah anggaran karena pihaknya tidak memiliki anggaran. Dan, masalah itu juga sudah disampaikan kepada Pemko Siantar.
“Keuangan PD PHJ belum mampu melakukan perbaikan dan kita minta bantuan ke Pemko supaya dikerjakan. Itu sudah kita sampaikan secara tertulis,” ujar Bolmen Silalahi.
Unntuk sementara, pedagang masih menggunakan tenda biru. Namun, belum semua. Sehingga PD PHJ juga berharap kepada Pemko agar memberikan bantuan tenda kepada pedagang.
“Kita sudah mengumpulkan tanda tangan pedagang terkait bantuan tenda kepada Pemko. Tapi, sampai saat ini belum ada realisasi,” ujar Bolmen lagi mengatakan bahwa atap yang rubuh sudah disisihkan dan untuk sementara kondisi transaksi jual beli masih berlangsung aman. (In)






