SIANTAR,SENTERNEWS
Majelis Ulama Indonesia (MUI) terdiri dari berbagai lembaga maupun organisasi Islam. Namun, jangan persoalkan perbedaan. Ambil persamaan untuk bersatu dan kuat dalam satu gerakan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPW MUI Sumatera Utara, DR H Maratua Simanjuntak yang secara resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II MUI Pematangsiantar Tahun 2024. Berlangsung di Aula STIKOM Tunas Bangsa, Kota Siantar, Minggu (9/6/2024).
“Kalau sudah masuk MUI, perbedaan ulama tidak dipersoalkan karena itu bukan prinsip,” ujar DR H Maratua sembari menegaskan, agenda besar MUI terdiri dari mengawal dan membela umat, menjaga aqidah, ibadah dan muamalah.
Ketua Panitia Anwar Simangunsong melaporkan, Mukerda II sebagai program kerja MUI Pematangsiantar(2022-2027) mengusung tema “Memperkokoh Sinergitas Ulama dan Umara untuk Mewujudkan Khairah Ummah menuju Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas”
“Mukerda sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan secara internal dan eksternal,: ujarnya sembari mengatakan, Mukerda dirangkai dengan pelantikan pengurus Lembaga Advokasi Umat Islam (LADUI) MUI Pematangsiantar, Pergantian Antar Waktu (PAW) dua pengurus Dewan Pertimbangan yang telah meninggal dunia serta pergantian Ketua Komisi Fatwa dan Komisi Pendidikan.
Pengurus LADUI yang dilantik Ketua MUI Pematangsiantar didampingi Sekretaris Umum H Muhammad Ridwansyah Putra terdiri dari, Direktur Dr Sarbudin Panjaitan, Sekretaris Efi Risa Harahap, dan Bendahara Abdul Rasyid. Kepengurusan dilengkapi Koordinator Non Letigasi serta Letigasi yang dilengkapi dengan anggota.
Sementara, Ketua DP MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis menyatakan, Mukerda II diharap mampu menyusun program yang menyentuh kepada kepentingan umat. Sehingga, sehingga semakin kokoh dan bersatu tanpa ada perbedaan yang prinsip.
“Melalui Mukerda tolong disampaikan program-program sampai ke daerah pinggiran agar mereka merasakan memiliki MUI. Bangun dan bina, MUI adalah milik kita bersama sebagai tenda besar Umat Islam,” kata Drs H M Ali Lubis.
Sementara, Walikota Siantar dr Susanti Dewayani melalui sambutannya menegaskan, melalui Mukerda, menandakan hidupnya organisasi. Dengan pelaksanaan Mukerda akan semakin meningkatkan peran MUI dalam peran pembangunan Kota Siantar.
“Selain kerja strategis, Mukerda juga berkaitan dengan pembinaan kehidupan beragama dan syiar Islam dalam membina seluruh kaum Muslimin agar berperan mencari solusi dengan keumatan,” kata Walikota yang juga mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus LADUI MUI Kota Pematangsiantar.
Usai acara pembukaan Mukerda, dilanjutkan dengan pengesahan agenda dan tata tertib Mukerda untuk pemilihan pimpinan sidang. Terdiri dari Panitia Pengarah. Ketua Dr Muhammad Zein M Pdi, Sekretaris Narimo A Ag MPd. Anggota DR Ahmad Fitrianto MA, H Paidil Siregar A Ag dan Drs H Akhyar M PD. Dilanjutkan dengan sidang pleno Komisi A dan Komisi B yang diakhiri dengan pengesahan hasil sidang komisi.
Mukerda yang ditutup Sekretaris Umum MUI Sumut, Prof Dr Asmuni itu dihadiri Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus MUI Pematangsiantar. Plt Kakan Kemenag Kota Siantar H Maranaik Hasibuan SAg MA, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD Pemko Siantar dan Perbankan, pimpinan pondok pesantren serta ormas Islam. (In)






