SIANTAR, SENTERNEWS
Meski baru membuka pendaftaran calon Walikota/Wakil Walikota Siantar, Jumat (10/5/2024), sebanyak 12 bakal calon (Bacalon) langsung mendatangi Tim Penjaringan mengambil formulir ke sekretariat DPC Partai Gerindra Kota Siantar, Sabtu (11/5/2024).
Ketua Tim Penjaringan Calon Walikota/Wakil Walikota Siantar DPC Partai Gerindra Kota Siantar, Netty Sianturi mengatakan, antusias bacalon yang mengambil formulir pendaftaran tentu perlu diapresiasi karena Partai Gerindra dinilai salah satu partai politik terbaik di Kota Siantar.
Setelah mengambil formulir, diminta dikembalikan maksimal, Jumat (17/5/2024). “Setelah itu, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan kepada Bacalon untuk dijadikan calon,” kata Netty Sianturi, didampingi Sekretaris Tim Penjaringan, Riwan SSos dan Bendahara Bintar Saragih.
Tahapan tersebut di antaranya, setiap Bacalon akan menjalani survey dari Tim Survey Independent yang ditentukan DPP Partai Gerindra. Hasil survey, akan diketahui mana paling layak diusung Partai Gerinda Kota Siantar menjadi Calon Walikota/Wakil Walikota Siantar.
Dijelaskan, karena mengusung satu pasangan calon keKPU Siantar, minimal enam kursi perwakilan di DPRD Siantar, Partai Gerindra dengan perolehan tiga kursi, harus berkoaliasi dengan partai lain.
Meski pendaftaran Calon Walikota/Wakil Walikota terbuka untuk umum, Gerindra tetap mengutamakan kader. Apalagi, ada kader sudah digadang-gadang menjadi calon. “Kader sudah dipersiapkan menjadi Calon Walikota atau Wakil Walikota,” kata Netty.
Kader dimaksud, Netty Sianturi, Irwan S Sos dan Bintar Saragih dan anggota DPRD Siantar terpilih hasil Pemilu 2024. Seperti, Farhmi Siregar, Chairuddin Lubis dan Akhyar Harahap.
Sebelumnya dijelaskan, dari 12 orang yang mengambil formulir, baru tiga mengembalikan. Yakni, Wesly Silalahi, Tuahman Purba dan Mangatas Silalahi. “Kita masih menunggu pengembalian formulir sesuai batas waktu yang ditentukan,” ujar Netty.
Sementara, Bintar Saragih optimis, calon yang diusung Partai Gerindra merupakan yang terbaik untuk Kota Siantar lebih baik. “Harapan kita calon terbaik itu dapat memenangkan Pilkada Kota Siantar,” ujarnya.
Sementara, Irwan mengatakan bahwa calon terbaik, selain dapat membangun Kota Siantar sesuai kebutuhan masyarakat, juga dapat berkomunikasi dengan baik kepada DPRD Siantar. Karena, Walikota dengan DPRD Siantar harus berjalan seiring membangun Kota Siantar.
“Hubungan antara legislatif dengan eksekutif harus berlangsung harmonis. Artinya, legislatif atau Pemko tidak berjalan sendiri. Harus bekerja sama dengan DPRD Siantar untuk Kota Siantar lebih baik,” kata Irwan. (In)






