SIANTAR, SENTERNEWS
Pasca tawuran brutal yang merusak rumah, kios dan mobil, Minggu (5/5/2024) malam, warga Bajigur, Air Bersih dan Gang Sawo, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, kompak begadang mengantisipasi munculnya serangan baru, Senin (6/5/2024) dini hari.
Selain warga, Polsek Siantar Timur juga menurunkan personil ke lokasi untuk ikut membantu mencegah aksi tawuran lanjutan yang berpotensi menimbulkan korban dan kerugian material lebih besar lagi.
Warga yang harus begadang itu bukan saja kaum ibu, remaja dan anak muda serta kepala rumah tangga yang didominasi kaum lelaki juga turut berpartisipasi melakukan penjagaan. Bahkan, Pardamean Siregar (68) selaku Kepala Lingkungan, Jhon (68) sebagai RT 001 RW 01 juga berbaur dengan warga.

“Kita memang harus begadang sampai jam 03.15 WIB untuk mengantisipasi kalau ada serangan dari kelompok tertentu yang ingin membuat situasi kampung kita tidak aman. Apalagi kejadian ini sudah berlangsung lama atau sekitar enam bulan,” kata Pardamean Siregar didampingi Jhon.
Lebih lanjut dikatakan, warga kompak berjaga-jaga karena tidak ingin terjadi lagi kerusakan termasuk adanya aksi pembakaran seperti kejadian malam sebelumnya. Bahkan, malam ini, Senin (6/5/2024) warga tetap berencana untuk begadang.
“Selain rumah Pak Andi, warung pak Eko juga dibakar, banyak kaca rumah dan mobil yang dirusak. Rumah Pak Lingga juga rusak karena hujan batu. Laptop anaknya yang digunakan di teras rumah juga rusak,” ujar warga.
Pada dasarnya, warga mengaku tidak mengetahui apa masalah yang terjadi sehingga kampung mereka diserang.”Kami warga Bajigur tidak tau apa masalah dan persoalan sama mereka sehingga dalam seminggu ini mereka sudah tiga kali masuk menyerang ke Bajigur dan menghancurkan kampung kami,” ujar warga.
Dijelaskan warga, permasalahan itu beberapa kali dilaporkan ke Polsek Martoba. Namun, tidak jelas bagaimana tindaklanjutnya hingga terjadi aksi pada Minggu malam kemarin (5/5/2024).
“Apakah harus ada korban nyawa dan kebakaran besar baru ditindaklanjuti aparat penegak hukum?,” ujar masyarakat Bajigur, Air Bersih dan Gang Sawo.
Dijelaskan, warga memang tidak pernah melakukan perlawanan karena selalu mendengar arahan dari Polsek Siantar Martoba. Untuk itu, warga berharap agar dilakukan pertemuan dengan menghadirkan para tokoh masyarakat.
“Tokoh masyarakat dan berbagai pihak harus dikumpulkana untuk menyelesaikan masalah perang kampung yang terjadi saat ini,” kata Nail Saragih (47) yang mengaku kecewa dengan kinerja aparat penegak hukum.
Kemudian, Kapolres Siantar dan jajarannya diminta serius melakukan antisipasi terjadinya kerusuhan yang menganggu ketertiban umum. Sehingga, tidak terjadi main hakim sendiri. (Ro)






