Senter News
Minggu, 3 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Ilustrasi

Ilustrasi

Perjudian Pilkada 2024 di Hutan Belantara Akal  

Catatan  : Imran Nst

Penulis: Redaksi Senternews.com
9 November 2024 | 14:04 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

DARI HASIL  pengamatan mata telanjang tanpa survey pakai deskriptif, tetapi ada hipotesa yang tingkat erornya nol persen, hal paling riuh rendah dibahas masyarakat akar rumput jelang Pilkada Serentak 2024 saat ini, “jelasnya?” dan “cairnya?”.

Makna dari “jelasnya?” dan “cairnya?” itu, berkutat soal uang transaksional untuk mencoblos  calon kepala daerah yang kalau di Siantar disebut, Calon Walikota/Wakil Walikota.

Namun, tidak hanya sekedar “cair”. Lebih dari itu dipertanyakan juga, berapa besar nominalnya? Dan, siapa calon paling besar memberi tanpa disunat dan tanpa arogansi?

Karena pertanyaan itu, berhembus rayuan angin sahdu bahwa Tim Pemenangan calon tertentu mengatakan, jagoannya berani memberi nominal paling besar. Sementara,Tim Pemenangan calon lain langsung menimpali, ”Kita di atasnya lagi,”.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir tapi tak perlu dipikir sampai kening berkerut tujuh, untuk maju  jadi calon Walikota, jelas tidak sekedar punya uang. Lebih dari itu, uangnya sebagai modal harus banyak. Bahkan, diistilahkan tanpa nomor seri dan sulit dihitung pakai jari secara manual.

Mungkin, modal itu diperoleh dari deposito sendiri. Atau, hasil dari menjual asset maupun meminjam dari pihak ketiga dengan menggadaikan sejumlah asset. Mungkin juga, meminjam dari pihak ketiga yang ingin mencuci uang hitam jadi putih dengan membuat berbagai persyaratan tertentu?

Rakyat tingkat akar rumpu bersendal jepit tetapi kritis yang duduk-duduk di warung kopi pinggiran kota berdinding setengah tepas, ada yang menganalogikan bahwa pertarungan meraih “Kursi I” dan “Kursi II” Pilkada 2024, seperti “Perjudian di Hutan Belantara Akal,”.

Kalau modalnya tipis, jantung akan berdegup kencang dan dentak nadi jadi tak teratur untuk ikut bertarung. Apalagi akan ada lawan tiba-tiba mengambil moment untuk “goplak” seperti main domino. Atau main kiu-kiu, sudah mengulur banyak uang, jumlah hitungan biji kartunya malah “cetet” bahkan “bolok”.

Ada yang bilang, kepanjangan “judi”  itu “jujur dilarang”. Sehingga, sesama pemain saling intai pakai akal. Baik akal bulus atau akal-akalan pakai kartu tiga tujuh lapis. Apalagi  di hutan belantara, banyak binatang buas.

Ada singa bertaring runcing, kalajengking yang siap menjempit, ular yang membelit sambil mematuk. Ada buaya tak berlidah yang pura-pura diam seperti mati, tapi mulutnya tiba-tiba menganga lebar mengunyah mangsa.

Ada kijang yang dikejar-kejar sebagai pecundang. Ada juga kancil yang cerdik tetapi aslinya licik. Namun, diantara banyak binatang, paling sial selalu kambing hitam yang selalu diburu  pemain yang kalah untuk cari alasan supaya modal yang dipinjam tidak cepat ditagih.

Kalau dipikir-pikir lagi meski tak sampai kening berkerut tujuh seperti sebelumnya, muncul pertanyaan, sebenarnya apa yang dicari para calon sampai berani mengeluarkan banyak uang meski uang juga tidak menjamin dapat menang.

Masalahnya, dari empat pasangan calon Walikota/Wakil Walikota seperti di Siantar, sang pemenang hanya satu pasangan. Tiga pasangan lagi pasti kalah. Karena, perjudian di belantara akal, tidak ada istilah seri atau draw. Tapi, harus ada kalah dan ada menang.

Bagi yang kalah kalah? Langit yang cerah bisa dipandang kelam dan yang kelam akan jadi semakin kelam. Dan, masih untung kalau masih bisa berjalan meski harus dipapah supaya tidak tergelincir masuk kamar berjeruji.

Bagaimana kalau melangkah tanpa alas kaki menelusuri jalan sambil menyepak kaleng rombeng, tidak mengetahui kemana arah jalan pulang? Akibatnya, bakal tersesat di antara deru dan debu lalulintas kota hingga terperosok masuk gorong-gorong.

Bagi calon yang menang jadi Walikota, pengembalian modal mungkin tidak sulit kalau berani menjadi tikus kantor alias koruptor. Tapi, bagaimana merealisasikan janji-janji manis semanis madu yang diucapkan semasa kampanye?

Karena situsi itu, muncul pernyataan “radikal”. Ambil semua uang calon dan coblos semua. Apalagi sejak awal ada berpendapat pesimis, siapa pun yang menang, rakyat kecil bawah tetap pakai sendal jepit.

Akh! Selagi ada pemberi, tentu ada penerima dan perjudian Pilkada di belantara akal sulit  dibubarkan. Apalagi razia yang dilakukan  pengawas,malah perlu diawasi supaya tidak hanya formalitas.

Kalau begini jadinya, berarti pesta demokrasi sama seperti pembodohan yang selalu mengambil korban. Titik! (Penulis: Pemred senternews.com)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Arif Harahap Mendapat Dukungan Kuat Menjadi Ketua KNPI Pematangsiantar

2 Mei 2026 | 20:19 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Sebanyak 14 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) medukung penuh Arif Harahap sebagai Ketua DPD KNPI Pematangsiantar Priode 2026-2029 untuk...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Tako Siantar Gelar Kejuaraan Karate Antar Dojo & Festival Tako Indonesia ke 4

2 Mei 2026 | 15:00 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Pengcab Tako kota Siantar  gelar Kejuaraan Karate antar Dojo dan festival Tako Indonesia ke 4. Berlangsung  di  GOR...

Read moreDetails
Sukoso Winarto
ANEKA RAGAM

Aktifis Buruh Sukoso Winarto: May Day 2026 Kehilangan Sikap Kritis

1 Mei 2026 | 17:56 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Peringatan May Day 2026 atau Hari Buruh Internasional kehilangan sikap kritis. Bukan saja sepi dengan berbagai tuntutan peningkatan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Sektor Pendidikan Siantar Masuk “Daftar Merah” : Kelompok Cipayung Desak Walikota Transparansi dan Reformasi Birokrasi

1 Mei 2026 | 09:38 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Kota Siantar yang pernah disebut sebagai Kota Pendidikan, saat ini sedang tidak baik-baik saja. Khususnya, sektor pendidikan terus...

Read moreDetails
May Day di Siantar
ANEKA RAGAM

May Day di Siantar, Buruh Jalan Santai di Cuaca Mendung dan Hujan

1 Mei 2026 | 09:01 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Peringatan  May Day 1 Mei 2026 atau Hari Buruh Intrnasional  di Kota Siantar, diwarnai dengan cuaca mendung. Bahkan,...

Read moreDetails
Hendri Yahya Saputra  MPd
ANEKA RAGAM

“Merawat Silaturahim Menjemput Berkah”

1 Mei 2026 | 07:10 WIB

Oleh : Hendri Yahya Saputra  MPd Seiring kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat membawa perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, perubahan itu ...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SUMUT

Pendidikan Indonesia: Ambisi Setinggi Langit, Realita Sedalam Jurang

3 Mei 2026 | 08:17 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Istri Bupati Simalungun : Kesehatan dan Pendidikan Fondasi Membangun Simalungun

2 Mei 2026 | 21:21 WIB
ANEKA RAGAM

Arif Harahap Mendapat Dukungan Kuat Menjadi Ketua KNPI Pematangsiantar

2 Mei 2026 | 20:19 WIB
ANEKA RAGAM

Tako Siantar Gelar Kejuaraan Karate Antar Dojo & Festival Tako Indonesia ke 4

2 Mei 2026 | 15:00 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Hadiri  May Day 2026,  302 Personel Polri Kawal Seribu Buruh Demi Situasi Aman dan Kondusif

1 Mei 2026 | 17:57 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

May Day 2026 Di Simalungun: Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja

1 Mei 2026 | 17:57 WIB
ANEKA RAGAM

Aktifis Buruh Sukoso Winarto: May Day 2026 Kehilangan Sikap Kritis

1 Mei 2026 | 17:56 WIB
SUMUT

Aktivis Ketenagakerjaan Garry Siagian: Kondisi Buruh Kian Tertekan dan Soroti Minimnya Perlindungan  

1 Mei 2026 | 09:42 WIB
ANEKA RAGAM

Sektor Pendidikan Siantar Masuk “Daftar Merah” : Kelompok Cipayung Desak Walikota Transparansi dan Reformasi Birokrasi

1 Mei 2026 | 09:38 WIB
ANEKA RAGAM

May Day di Siantar, Buruh Jalan Santai di Cuaca Mendung dan Hujan

1 Mei 2026 | 09:01 WIB
ANEKA RAGAM

“Merawat Silaturahim Menjemput Berkah”

1 Mei 2026 | 07:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Jajaran Polres Simalungun Ungkap 74 Kasus Narkoba, Tersangka 91 Orang & Barang Bukti Sabu 192,66 Gram  

30 April 2026 | 20:42 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata