SIANTAR, SENTERNEWS
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) STAI UISU Pematangsiantar, sukses gelar pelantikan dan seminar pendidikan. Berlangsung di Aula STAI UISU Jalan, Asahan, Kecamatan Siantar, KabUpaten Simalungun, Sabtu (02/11/2024) sekitar pukul 14.00 WIB.
Pelantikan yang mengusung tema “Rekonstruksi Gagasan, Harmonisasi Gerakan untuk IMM STAI UISU Berkmajuan” itu, bertujuan agar kepengurusan selanjutnya terus berkolaborasi serta semakin membumi. Sedangkan seminar mengusung tema “Meningkatkan Potensi Guru di Era Post Modernis”.
Ketua Panitia Hanifah Maharani, melaporkan bahwa kegiatan yang digelar PK IMM STAI UISU itu karena semakin berkurangnya acara diskusi dan seminar yang dilakukan. Sementara, kondisi tenaga pendidik sangat memprihatinkan.
Ochama Leiden Rehan, Ketua PK IMM STAI UISU melalui sambutannya berterimakasih kepada pihak Kampus STAI UISU dan Yayasan yang memberi izin terkait pelaksanaan pelantikan dan seminar.
“Harapan kita ke depan, PK IMM terus berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi,” kata Ochama Leiden Rehan.
Sementara, Bill Fatah Nasution sebagai Alumni PK IMM STAI UISU menyampaikan, alumni IMM saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Begitu juga Wamen Dikti Riset dan Tekhnologi.
“IMM dan dunia pendidikan sangat melekat dan juga sebagai mahasiswa kita harus peduli apalagi hari ini kita mengambil jurusan sebagai pendidik. Karenanya, jangan ragu dan sungkan untuk bergabung di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” ujarnya.
Sekretaris Umum Zulham Saragi mewakili PC IMM Pematangsiantar mengapresiasi kegiatan tersebut meski masih ditemukan kelemahan. Namun, itu dikatakan dapat dimaklumi. Dan menjadi bahan evaluasi kedepannya. “Kalau kita tidak pernah melakukan kesalahan, itu juga suatu kesalahan,” imbuhnya.
Sementara, seminar dibuka Keynote Speaker dari Kampus STAI UISU, Dr Muhammad Zein MPd. Dikatakan, dunia pendidikan saat ini harus mendapat perhatian karena banyak kasus yang mengancam tenaga pendidik. Misanya seperti di Konawe.
Belum lagi terkait maraknya kasus korupsi di dunia pendidikan. “Inilah sebagai suatu tantangan yang dimana menjadi momok menakutkan dalam era post modernis,” ujarnya.
Sementara, narasumber Dr Fatimah Yanti Sinaga menyampaikan solusi serta gagasan dalam dunia pendidikan. Acara ditutup degan sesi tanya jawab. (rel)






