SIANTAR, SENTERNEWS
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Siantar dan Siantar Tranparansi (SISI) mendesak Kapolres Siantar untuk serius memberantas peredaran Narkoba yang semakin marak.
Pernyataan itu disampaikan puluhan mahasaiswa melalui unjukrasa di depan pintu gerbang Mapolres Siantar yang mendapat pengawalan dari para personel polisi, Kamis (20/6/2024).
“Peredaran Narkoba di Kota Siantar semakin merajalela dan mengancam masa depan generasi muda. Untuk itu, kita mendesak Kapolres dan jajaran suapaya menangkap bandar. Bukan malah para pemakai saja,” kata Niko Gurning koordinator aksi melalui orasinya.
Ditegaskan juga, masalah Narkoba pada dasarnya merupakan tugas bersama. Namun dalam pemberantasannya, PMKRI dan SISI menyoroti progres dan tugas Polres Siantar. Untuk itu, pengunjukrasa ingin Kapolres Siantar datang menemui mereka.
Namun, meski telah melakukan orasi secara bergantian, Kapolres tidak kunjung hadir. Bahkan, tidak seorang juga pihak Polres yang menerima aspirasi pengunjukrasa. Karena kecewa, mahasiswa sempat menutup badan jalan. Sehingga, arus lalulintas dari arah kiri Simpang Dua menuju Tanah Lapang dialihkan dari sisi kiri bundaran samping Kantor Pos.
Selanjutnya, pengunjukrasa membacakan pernyataan sikap yang intinya, mendesak Polres Siantar mengusut tuntas peredaran Narkoba di Siantar. Kapolres diminta mengevaluasi jajarannya. Terkhusus Satresnarkoba dan Satreskrim. Apabila tidak serius atau gagal menangani peredaran Narkoba di Kota Siantar, Kapolres diminta mundur dari jabatannya.
Usai membacakan pernyataan sikap, pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib. Namun, apabila aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti, berjanji akan datang lagi dalam jumlah massa yang lebih besar. (In)






