SIANTAR, SENTERNEWS
Indonesia, terus bekerja keras mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGS). Yaitu “Tahun 2030 Mencapai Akses ke Sanitasi dan Higienitas yang Memadai dan Merata untuk Semua, dan Mengakhiri Buang Air Besar Sembarangan.
Seperti disampaikan Walikota Siantar, dr Susanti Dewayani SpA pada Deklarasi Kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Advokasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Berlangsung di halaman Gereja HKBP Siantar Sawah Kelurahan Tong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun, Rabu (12/6) pagi.
“Tinja yang dikelola dengan aman dapat mengurangi risiko berbagai penyakit seperti diare, kolera, hingga stunting pada balita yang menjadi salah satu fokus isu kesehatan di Indonesia saat ini,” kata Walikota.
Sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam hal BABS, Pemko Siantar dengan dukungan USAID, IUWASH Tangguh serta Forum Kota Sehat, pada moment peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2024.
Pada saat itu, digelar Deklarasi Stop BABS di Kelurahan Nagahuta, Simarimbun, dan Tong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun; Kelurahan Pardamean dan Mekar Nauli Kecamatan Siantar Marihat dan Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara.
Dari 53 kelurahan di Kota Siantar, sebelumnya ada 13 kelurahan melaksanakan Deklarasi Stop BABS. Sehingga, masih ada 34 kelurahan belum melaksanakannya. Karenanya, perlu menjadi perhatian merumuskan strategi percepatan melalui komitmen bersama.
Untuk mewujudkan Kota Siantar menjadi kota sehat, dikatakan merupakan tantangan. Untuk itu, dapat dimulai dengan penyedotan tangki septik untuk kantor dan rumah tinggal pejabat strutural dan jabatan fungsional tertentu. “Mulai dari kita, oleh kita, dan untuk kota kita,” tambahnya.
Sementara, Regional Manager USAID IUWAS Tangguh, Zulfa Ermiza atas nama pimpinan mengatakan banyak program yang sudah dilaksanakan di Kota Siantar. Bahkan, Kota Siantar terpilih sebagai satu dari enam kota di Indonesia untuk cakupan 100 persen pelayanan air minum aman dan sebagai lokasi piloting zona air minum prima yang direkomendasikan Kementerian PUPR yang telah dilaksanakan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Siantar drg Irma Suryani MKM berharap kepada seluruh perangkat daerah terkait berkomitmen meningkatkan akses sanitasi aman untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pada Deklarasi Stop BABS itu dilakukan penyedotan lumpur tinja secara simbolis oleh dr Susanti di rumah Pdt Ulbar Santo Sinaga. Kegiatan itu turut dihadiri, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, para pimpinan OPD, camat, dan lurah. (In)






