SIANTAR, SENTERNEWS
Meski sudah direncanakan sejak tahun 2011 dan penempatan lokasinya sudah tiga kali pindah, Tugu Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik akhirnya segera dibangun menggunakan dana APBD Siantar Tahun Anggaran 2024 senilai Rp 5 miliar.
Rencana itu terungkap saat Rapar Dengar Pendapat (RDP) DPRD Siantar di ruang fraksi gabungan dengan Sekda Kota Siantar, Yayasan Sang Naualuh Damanik, Himpunan Mahasiswa Indonesia Simalungun (Himapsi) dan lainnya, Senin (13/5/2024).
“Rencana pembangunan Tugu Sang Naualuh ini dimulai sejak tahun 2011 saat Walikota dijabat almarhum Hulman Sitorus, “ ujar Hotman Damanik dari Ihutan Bolon Simalungun pada RDP yang dipimpin Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga.
Dijelaskan, awalnya lokasi tugu berada di pangkal Jalan Sang Naualuh yang kemudian pindah ke Taman Bunga atau Lapangan Merdeka untuk kemudian sempat dilakukan peletakan batu pertama di Lapangan H Adam Malik. Namun, akhirnya pindah lagi ke lokasi awal.
Pada RDP itu terungkap, Yayasan Sang Naualuh Damanik sempat mengajukan proposal pembangunan senilai Rp 7 miliar agar ditampung dalam APBD Siantar TA 2024. Hanya saja, itu sempat diperdebatkan karena ada kejanggalan mengapa dana hibah diserahkan kepada Yayasan Sang Naualuh Damanik untuk membangun tugu di lahan milik Pemko Siantar.
“Kalau dana hibah diberikan kepada pihak yayasan untuk membangun tugu di atas lahan Pemko, bagaimana pertanggungjawabannya?” kata anggota DPRD Siantar, Tongam Pangaribuan yang pada dasarnya sangat setuju tugu Sang naualuh Damanik segera dibangun.
Meski hal itu tidak dipermasalahkan, akhirnya disepakati dana hibah dari Pemko sebesar Rp 5 miliar diserahkan kepada Yayasan Sang Naualuh Damanik untuk bertanggungjawab melakukan pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik.
“Pemko hanya dapat menampung anggaran Rp 5 miliar sesuai kemampuan keuangan daerah. Kalau ada kekurangannya Rp 2 miliar, kami harap dapat dupayakan pihak yayasan,” kata Sekda Kota Siantar, Junaedi Sitanggang.
Setelah ada kesepakatan, Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga mempertanyakan, kalau dana hibah direalisasi, apakah tugu dapat selesai dan diresmikan saat peringatan HUT Kota Siantar 2025? “Kita ingin memastikan supaya jangan tertunda-tunda lagi,” katanya.
Menjawab pertanyaan itu, Hotman Damanik dari Ihutan Bolon Simalungun merincikan tentang tahapan pembangunan tugu yang memakan waktu sekitar 7 bulan lebih. Kalau tidak ada kendala berarti, dapat diresmikan pada HUT Kota Siantar 2025.
Usai RDP, Hotman Damanik mengatakan, dana Rp 5 miliar diupayakan untuk membangun tugu berbahan perunggu yang dipesan dari Yogjakarta. Namun, soal tingginya yang semula 14 meter akan dikurangi menjadi 12 meter. Rinciannya, landasan empat meter, pijakan 2 meter dan tinggi tugu 6 meter.
Terpisah, Ketua Yayasan Sang Naualuh Damanik, Evra Saskia Damanik mengatakan, soal realisasi dana hibah akan segera disusul. Diawali dengan proses administrasi. “Yang bertanggungjawab atas penggunaan dana hibah, pihak yayasan,” ujarnya.
Sementara, Astronout Nainggolan mengatakan, soal kekurangan dana Rp 2 miliar agar anggaran menjadi Rp 7 miliar, ada baiknya dilakukan pengumpulan dana secara terbuka. “Saya siap menyumbang Rp 10 juta dan itu sudah saya sampaikan pada RDP tadi,” katanya.
Rencana itu pengumpulan dana secara terbuka itu menurut Astronout dapat dilakukan dengan seksama. Melibatkan komunitas terpercaya. “Kalau kita cinta dengan Raja Siantar Sang Naualuh Damanik, mengapa kita tidak ikut berpartisipasi menyumbangkan dana?” kata Astronout singkat. (In)






