SIANTAR, SENTERNEWS
Meski undangan sudah beredar kepada masyarakat dan sanak keluarga, pesta perkawinan yang rencananya berlangsung, Jumat (10/5/2024) batal karena calon pengantin wanita melarikan diri tak diketahui kemana.
Akibatnya, informasi itu menyebar luas dan jadi perbincangan masyarakat. Apalagi catering dan lokasi pesta di Wisma Musyawarah, Jalan Musyawarah, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, sudah dipesan.
Informasi yang dihimpun, calon pengantin perempuan yang melarikan diri itu berinisial S br N (35), warga Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar. Sedangkan calon pengantin pria berinisial A (35), sempat tinggal di salah satu rumah warga, Kecamatan Siantar Sitalasari. Kota Siantar.
“Benar, harusnya hari ini pesta perkawinan dilaksanakan. Tapi, batal karena calon pengantin wanita lari dari rumahn ya,” ujar boru Situmorang (54) yang membuka warung tak jauh dari rumah calon pengantin perempuan.
Dijelaskan, sebelumnya calon mempelai wanita dan perempuan itu sama-sama merantau ke Malaysia dan berencana untuk membangun rumah tangga. Sehingga, keduanya datang ke Siantar. “Kalau calon pengantin pria, enggak tau tinggalnya di mana,” ujarnya.
Sementara, sejumlah masyarakat lainnya membenarkan pesta perkawinan itu batal. “Kalau saya memang diundang pihak keluarga perempuan secara lisan untuk hadir pada pesta perkawinan itu. Tapi, saya dengar kemarin, ternyata batal,” kata warga lainnya bermarga Marbun (53).
Meski banyak masyarakat enggan menceritakan mengapa pesta perkawinan itu batal, ternyata ada warga yang mengetahuinya. Namun tidak bersedia disebut identitasnya. “Ya, waktu musyawarah keluarga di kampung, saya hadir,” kata sumber tersebut.
Dijelaskan, kedua calon pengantin itu memang sudah lebih dulu berpacaran saat merantau di Malaysia. Selanjutnya, kembali ke Siantar untuk melangsungkan perkawinan. “Calon pengantin pria itu dari suku tertentu, sudah ditabalkan melalui adat jadi marga M,” kata sumber.
Selidik punya selidik, perkawinan itu ternyata batal karena calon pengantin pria disebut sama sekali tidak punya materi atau tidak punya modal. Bahkan, semua biaya dari Malaysia sampai ke Siantar dan biaya penabalan marga serta rencana untuk seluruh kegiatan pesta perkawinan, juga ditanggung pihak perempuan sendiri.
“Uang yang sempat dikeluarkan calon pengantin perempuan itu semuanya sekitar 60 juta. Termasuk untuk DP wisma dan catering. Bahkan, mobilnya tergadai. Tadinya, perempuan itu percaya laki-lakinya punya uang dan laki-laki itu meyakinkan perempuannya punya biaya untuk segala urusan perkawinan. Tapi, semakin dekat pesta, rupanya dia tidak punya uang sama sekali,” kata sumber.
Diduga merasa tertipu dan mungkin karena tidak ingin hidup dengan lelaki pembohong, perempuan tersebut dikatakan lari dari rumah. “Perempuan itu lari beberapa hari sebelum dilaksanakan pesta. Jadi, pesta perkawinan akhirnya batal,” imbuh sumber tidak mengetahui kemana calon pengantin perempuan itu melarikanaa diri.
Sementara, pantauan di Wisma Musyawarah, tampak sepi. Namun, ada beberapa rangka kayu untuk karangan bunga yang sudah disusun di bagian luar tetapi tanpa papan bunga.
Ketika dikonfirmasi kepada beberapa pekerja Wisma Musyawarah, pihaknya membenarkan bahwa hari itu, Jumat (10/5/2024) akan ada pesta perkawinan. Tetapi dibatalkan.
“Kami disini hanya pekerja. Tadinya memang akan ada pesta. Tapi, dua hari lalu kita diberitahu bahwa pesta itu batal,” kata salah seorang pekerja perempuan di bagian dapur Wisma Musyawarah. (In)






