SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, BSc selaku Inspektur upacara dan Letkol Inf Mahfuz, S.Sos sebagai Komandan Upacara, di lapangan manumen Letda Sujono, Bandar Betsy Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026)
Dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumut, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih dan Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, ST bersama jajaran Forkopimda serta Pemkab Simalungun, pejabat Kota Pematangsiantar, manajemen PTPN III Kebun Bandar Betsy, perbankan, TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta disaksikan ribuan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan hening cipta dan pembacaan Teks Pancasila oleh Irup, dilanjutkan pembacaan ikrar oleh wakil ketua DPRD Sumatera Utara, Dr Sutarto, MSi, Pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Yoel Herbinta Tarigan (Pramuka Kwarcab Cab. Simalungun) dan Doa di pimpin oleh Kakan Kemenag Simalungun, Dr H Bahrum Saleh, MA.
Selanjutnya penempatan karangan bunga di Monumen Letda Anumerta Sujono oleh Wakil Gubernur Sumut serta penyerahan tali asih kepada keluarga almarhum dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, PTPN III Kebun Bandar Betsy, dan lembaga perbankan.
Momen yang paling menyentuh dan menyita perhatian ribuan warga adalah penampilan Fragmen Teaterikal Peristiwa G-30S PKI di Bandar Betsy, yang dibawakan warga masyarakat setempat. Anak-anak hingga orang dewasa yang hadir menyaksikan dengan khidmat gambaran kembali detik-detik peristiwa heroik sekaligus tragis yang menimpa Letda Sujono saat membela kedaulatan negara.
Fragmen ini di gelar bukan sekadar pertunjukan, melainkan upaya nyata untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, dan kewaspadaan sejarah kepada generasi muda agar tidak melupakan pengorbanan para pahlawan serta makna persatuan dan kesatuan bangsa.
Peristiwa kelam yang terjadi di Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun pada tahun 1965 terkait Gerakan 30 September (G-30S) itu meninggalkan luka sejarah yang mendalam sekaligus menjadi pengingat abadi bagi bangsa Indonesia.
Sujono, yang saat itu berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), tewas secara tragis dibantai oleh anggota G-30S saat mempertahankan aset negara yang direbut paksa oleh gerakan tersebut.
Lokasi peristiwa ini kini ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional dan didirikan monumen untuk mengenang jasa dan pengorbanan beliau. Setiap tahun, tepat pada 1 Oktober, tempat ini menjadi pusat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Sumatera Utara.(Rm)






