SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Mayat wanita tanpa identitas (Mrs X) yang ditemukan mengapung di pinggiran Sungai Bah Bolon, Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Minggu (17/05/2026), belum juga terungkap atau masih mesterius.
Personel INAFIS Polres Simalungun, AIPDA Sujid Saputra mengatakan, pihaknya menghadapi beberapa kendala mengidentifikasi jenazah Mrs X tersebut. Selain kondisi jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut, wajahnya sudah tidak jelas.
Paling menyulitkan, pola sidik jari korban sudah tidak bisa terbaca sama sekali.
“Kita telah menggunakan berbagai metode identifikasi kepolisian mulai dari alat khusus MAMBIS, metode pencocokan sinyalemen, iris mata, gigi, hingga sidik jari. Sampai saat ini belum membuahkan hasil,” ucap AIPDA Sujid Saputra, Rabu (21/05/2026).
Sementara, Unit INAFIS memastikan, korban berjenis kelamin perempuan, usia diperkiraan lebih dari 40 tahun dan waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari tujuh hari sebelum ditemukan.
Kemudian, korban mengenakan pakaian kemeja berwarna merah dan celana panjang bermotif liris berwarna coklat bata.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan apabila ada warga yang mengenal atau mengetahui ciri-ciri tersebut, dimohon segera menghubungi Call Center Polri di nomor 110 yang bebas pulsa. Dan, dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat atau langsung mendatangi RSUD Dr. Djasamen Saragih, Kota Siantar.
“Kami tidak akan berhenti bekerja hingga identitas Mrs. X terungkap. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan penghormatan kami kepada korban dan keluarganya,” ungkap AKP Verry Purba.
Seperti diberikan sebelumnya, jenazah Mrs X awalnya ditemukan dua warga yang tengah menjaring ikan di sepanjang aliran Sungai Bah Bolon, Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Minggu (17/05/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Pada perkembangan selanjutnya, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor SH MH langsung memimpin pergerakan ke TKP bersama Kanit Reskrim dan personel piket SPKT. Pukul 20.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi ke RSUD Dr. Djasamen Saragih Kota Siantar. (In)






